Makale Rantepao *untuk ustadz Mus, Balikpapan
antara makale rantepao
kubayangkan urat sejarah terbujur beku
mengalirkan dusun-dusun purba,
ke muara jeneberang
seperti apa pahit kopi sangalla, cappo’
hingga engkau tak pejam bertahun-tahun
mengintai malam
di kerlip tak ngantuk-ngantuk dzikir dan doa
sementara di seberang sana,
di lipatan waktu tak terbayangkan
sebaris sajak sesungguhnya telah rampung ditiupkan
ke buhul denyut tanda lahirmu
jauh sebelum makna muncul di fajar hari
antara makale rantepao, cappo’
kubayangkan urat sejarah terbujur beku
mengering dan berhenti di dusun-dusun purba
mengirim bonga di layar sandeq
ke muara jeneberang
jkt. 31 Agustus 2007 / 1:41