Inung...
Aku kembali akan menuliskan catatan-catatan untukmu, setelah "sekian milyun tapak kaki melukis peta pulau-pulau yang telah kita lampaui" -- seperti dahulu, ketika kita masih setia menelusuri kekelaman senja pantai Losari. Aku kembali akan membawamu berenang di lautan kata-kata (untuk mengutip penyair itu), sebisanya, sehingga kita dapat mengenang kembali percintaan kita yang pertama: "sebaris sajak yang tak pernah sanggup kita rampungkan, karena lagu senantiasa begitu sumbang meneriakkan sepi."
Inung ...
Jangan sedih, inilah tanah air. Bersabarlah, karena kita memang ditakdirkan untuk mengalami tanah ini, seperti orang-orang lain juga mengalaminya. Meski kita mungkin terlampau sentimentil sehingga percintaan kita selalu menjelma menjadi rimba keluh kesah. Olehnya, Inung... aku kembali menulis catatan-catatan, untuk mengenang percintaan kita yang pertama....