HAMPIR
: Luna Dg Sugi
diantara larik-larik sajak
engkau menyusup sayup
dalam lantunan duka tanah kita
ada gigil ngilu pada anyaman langkahmu
membentuk jejak di desir pasir tak habis-habis
o, perempuan yang menyunggi duka pulau-pulau
berjalan tertatih menuju matahari
masih setiakah engkau pada baris sajak
yang tak henti menggurat air mata kita
pada selasar gelombang?
diantara larik-larik sajak
kita adalah samudera kesedihan, sugi’
karena tiap tapak ialah hampir
selalu hanya hampir
membentuk jejak di desir pasir
lantas,
masih percayakah engkau pada sajak-sajak
yang berbaris nyinyir menuju matahari?
Jakarta, 27/11/07